Inilah Keutamaan Hari Tasyrik ( Hari Makan Dan Minum )

Gambar : muslimsincalgary
Usai melewati Idul Adha dengan penuh kebahagian, kini kita diingatkan kembali pada hari Tasyrik. Bertepatan pada tanggal 11, 12, 13 bulan Dzulhijjah, merupakan hari tanpa puasa, tidak seperti hari – hari sebelumnya yaitu hari tarwiyah dan arafah. Maka berdasarkan sabda Rasulullah SAW, sempat dijelaskan bahwa hari tasyrik merupakan hari makan dan minum. Ini artinya terdapat larangan untuk berpuasa di hari tersebut bukan..? maka sembari kita sambil menikmati hidangan yang lezat, jangan pernah melupakan bahwa hari tasyrik juga memiliki banyak keutamaan.

Fadhilah hari Tasyrik adakalanya masih terpaut dengan hari sebelumnya, yaitu hari raya Idul Adha. Meski demikian, selalu memupuk kebaikan di dunia, tentunya kiat yang perlu diterapkan yakni memperbanyak kebaikan itu sendiri terlebih pada hari yang diutamakan. Bahwasanya yang disebut kebaikan dunia ini lebih menusuk pada amalan – amalan yang diajarkan dalam tuntunan agama, beserta melakukan ibadah –ibadah fardhu maupun sunnah. Demikian agar kelak kita semua mendapat kebahagian akhirat yaitu surga. Amiiin.

Berikut beberapa keutamaan hari tasyrik yang perlu diketahui.

1. Hari Berdzikir
Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT pada hari – hari tasyrik atau sebelumnya memang sangat dianjurkan, Baik itu berupa takbir, tahmid, dan berbagai bacaan dzikir yang lain terlebih seusai melaksanakan shalat fardhu lima waktu. Hal demikian juga tidak lepas dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW kala itu ketika mendapati hari – hari yang terbilang ( 3 hari setelah idul adha ). Maka memanjatkan kalimat – kalimat Agung ini tak hanya untuk menjernihkan hati dan pikiran kita, melainkan juga untuk memuliakan hari – hari yang diutamakan.

2. Tempat Meminta Kebaikan Dunia Akhirat
Siapa yang ingin mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Setidaknya kita tahu bahwa menjalani kehidupan di dunia, kiat manusia adalah mencari keuntungan menuju ke akhirat kelak. Sebagaiamana do’a Rasulullah SAW ketika datangnya hari tasyrik ini, maka beliau pun membaca do’a – do’a yang berkenaan dengan kebaikan dunia dan akhirat. Berdasarkan hadits diriwayatkan dari Annas bin Malik R.A, ia berkata :
 “ Bahwasanya do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW yaitu Rabbanaa Aatinaa Fi dunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasahah, Wa Qinaa Adzaabannaar.” ( H.R Bukhari dan Muslim ).
Ini artinya bagi setiap orang muslim dianjurkan pula untuk memberbanyak membaca do’a tersebut, agar supaya Allah SWT selalu memberikan kebaikan baik di Dunia maupun di Akhirat kelak.

3. Hari Terkabulnya Do’a
Setiap orang mukmin akan selalu memanjatkan do’a kepada Allah SWT.  Tentunya pada tiap – tiap doa yang dibacakan selalu membawa maksud tersendiri. Semisal : doa untuk meminta pertolongan, agar dimudahkan dalam mencari rizki, agar selalu dikarunia rahmat-Nya di saat senang maupun duka. Pada hakikatnya terbukannya do’a tersebut hanya Allah yang menghendaki, namun berdoa pada waktu yang diutamakan merupakan langkah ikhtiar yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pada hari tasyrik berlimpah keutamaan sebagai salah satu jalan keluar agar do’a itu mudah dikabulkan 

Sebagaimana dalam lathoif Al-ma’arif diterangkan sebuah riwayat dari Kinanah Al Qurasy, bahwasannya ia mendengar Abu Musa Al As’ari R.A berkhutbah di hari An Nahr ( Idul Adha ), dan berkata :
 “ Pada tiga hari setelah An – Nahr, itulah yang disebut oleh Allah SWT sebagai Ayyamul ma’dudat. Berdoa di hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdoalah kamua semua dengan berharap kepada-Nya."
Tiga hari seusai Idul Adha yang dimaksud yaitu tangal 11, 12 dan 13 bulan Dzul hijjah, dimana pada hari tersebut penuh dengan keberkahan karena Allah SWT telah memuliakannya. Sehingga kita semua juga tidak boleh melewatkan untuk selalu memanjatkan do’a sebanyak – banyaknya bukan…?. Dan semoga kita tergolong menjadi orang yang mampu meraih semua keutamaan itu. Amin !

Ditulis Oleh : Rah. W / Arbamedia
Artikel Terkait