Tanpa Sadar, 5 Perkara Ini Sebabkan Orang Dihukum di Neraka

Gambar: Istimewa
Mengulik kembali mengenai cerita yang terdapat dalam Al-quran, secara sepintas akan mengurai kandungan hikmah yang luar biasa. Tak sedikit pula orang yang mengetahui, namun dari situ pula juga banyak orang yang malah mengingkari akan kandungan yang terdapat dalam Al-quran. Berbagai macam pertanyaan dan jawaban sudah termaktub secara gamblang mengenai fakta kehidupan di dunia dan akhirat. 

Salah satunya adalah terdapat sebuah cerita dalam ayat Al-quran tentang pertanyaan yang telah diucapkan oleh golongan penghuni surga kepada orang-orang yang telah salah jalan, hingga menjerumuskan mereka ke dalam neraka. Pertanyaan itu yakni “ apa yang menyebabkan kamu semua masuk neraka…..?

Maka dari situ dapat dipetik sebuah kesimpulan, yakni terdapat beberapa perkara buruk  yang justru tak disadari, hingga mereka semua terombang-ambing dan pada akhirnya masuk dalam neraka.  Lantas, Siapa yang disalahkan atas semua kejadian yang semacam ini….?. Bukan orang lain, Namun diri sendiri yang tidak mengimani serta tidak taat akan semua tuntunan yang diajarkan agama.

Dan inilah 5 perkara buruk yang menjadi sebab orang masuk neraka, dan justru perkara tersebut malah tanpa disadari dan sering dilakukan.

1. Enggan Mendirikan Sholat
Mereka (para penghuni neraka) menjawab : “ Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat ” ( Q.S. Al-Muddassir: 43)

Sholat merupakan tiangya agama. Sebagai perumpamaan jika terdapat gedung yang megah namun pada sisi tiangnya tidak kuat atau rapuh, maka hancurlah sebuah gedung megah tersebut. Maka posisi sholat dalam tuntunan agama memang wajib, dan telah disyari’atkan sebagai lambang penting sebuah ketaatan. Oleh sebab itu, bagi orang-orang yang enggan mengerjakan sholat wajib ini, Maka bisa menjadi sebab mereka akan mendapat siksa di akhirat kelak, dan masuk ke dalam neraka yang amat pedih.

2. Enggan Memberi Makan Pada Fakir Miskin
“ Dan kami (orang yang masuk neraka) Tidak Pula memberikan makan orang miskin ” (Q.S. Al-Muddassir:44)

Kepekaan seseorang dalam menjalankan semua tuntunan agama, yakni juga memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama, terlebih lagi terhadap orang-orang yang kurang mampu dalam hal materi. Maka hal tersebut memang bisa menjadi senjata yang dapat menghantarkan seseorang untuk menggapai keberkahan dalam menjalani hidup. Dan sebaliknya, jika dalam diri ini masih berpikir untuk merasa paling baik, angkuh, sombong, kurang memperhatikan akan setiap umat yang kurang mampu, maka bisa menghantarkan kepada jalan yang tidak dibenarkan oleh agama. Bahkan hingga pada akhirnya bisa menjerumuskan diri masuk neraka. Naudzubillah min dzalik. 

Oleh karena itu, memang sudah sepatutnya sebagai umat yang beriman lagi taat dalam beragama, hendaknya bisa memiliki jiwa sosial yang tinggi dan saling menolong dan menaungi kepada orang-orang yang kurang mampu, terlebih lagi terhadap fakir miskin.

3. Berbicara Perkara yang Batil
“ Dan kami (orang yang masuk neraka) Membicarakan yang batil, Bersama dengan orang-orang yang membicarakannya” ( Q.S. Al Muddasir : 45)

Lisan atau lidah memang setajam pedang. Dan pada dasarnya dalam menjalankan kehidupan di dunia, memang sudah seharusnya menjadikan lisan ini untuk digunakan pada setiap hal yang diridhoi oleh Allah SWT. Karena barang siapa yang menggunakan lisannya hanya untuk mendustakan ayat-ayat Allah, mengolok-ngolok sesama, melecehkan tentang ajaran agama, maka itulah yang malah menjerumuskan diri pada perkara yang batil. Bahkan hal demikian dapat menghantarkan seseorang menuju ke neraka.

Semoga kita semua mampu untuk menjaga lisan, agar nantinya tidak menjadi persoalan pada detik-detik hari perhitungan kelak di akhirat. 

4. Mengingkari Tentang Adanya Hari Pembalasan
“ Dan adalah kami (orang yang masuk neraka) mendustakan hari pembalasan ” (Q.S. Al Muddassir: 46)

Pada dasarnya hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Oleh karena itu mengimani hari pembalasan atau hari manusia dibangkitkan, merupakan pondasi penting bagi setiap hamba Allah yang selalu taat pada tuntunan agama. 

Hal demikian karena jika seseorang tidak mengimani mengenai hari pembalasan ini, tentu dalam benak pikiran pendeknya akan menyimpulkan bahwa hidup di dunia ini selamanya. Padahal, hidup di dunia ini hanya sejenak dan kekalnya adalah di akhirat kelak. Sehingga bagi orang –orang yang mengingkari tentang hari pembalasan ini, sering kali tertipu dan terombang-ambing pada fatamorgana serta gemerlapnya hidup di dunia. Bahkan di dalam benak pikiran mereka hanya berpikir bahwa materi adalah segala-galanya. 

Oleh sebab itulah, Bagi golongan yang tak mengimani hari pembalasan ini, mereka dapat terjerumus pada jalan yang tidak dibenarkan, hingga pada akhirnya menjadikan mereka semua masuk neraka. Marilah kita semua mengingat tentang adanya hal tersebut, agar nantinya dalam menjalani hidup tetap berpegang teguh dalam ajaran yang lurus, serta diridhoi oleh Allah SWT.

5. Tidak Kunjung Bertaubat
Bertaubat memang menjadi kunci utama bagi setiap insan yang ingin menuju jalan Allah. Sehingga bagi seseorang yang melenceng dan mengingkari ketetapan Allah, serta tidak segera bertaubat, maka siksa neraka yang pedih akan menimpanya.

Tetapi Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sehingga tidak bisa dipungkiri lagi bahwa masih banyak kesempatan bagi hamba yang segera bertaubat, untuk menuju hidup penuh keberkahan di dunia dan akhirat kelak. Allah SWT selalu meringankan beban hambanya yang lagi ditimpa kesusahan, kegelisahan, kekurangan harta, dan persoalan lainnya, Asalkan mereka mau meminta kepada Allah dengan sungguh-sungguh, serta taat dan beriman kepada-Nya. 

Dan pastinya hidup di dunia ini tidaklah semulus yang kita bayangkan. Banyak sekali lonjakan-lonjakan yang berupa ujian berat, masalah yang tak kunjung selesai, kesalahan-kesalahan di masa lalu, maupun perkara lain yang dapat menjadikan diri terus merasa gelisah. Namun semua hal tersebut bisa ditumpas dengan segera bertaubat, dan kembali pada jalan yang dibenarkan oleh ajaran agama Allah SWT.
Ditulis Oleh : Arbamedia  /  Ar. M
Artikel Terkait