Inilah 3 Kalimat yang Tertulis Pada Kusen Pintu Surga

image from: hiveminer.com
Kalimat baik tentunya mencerminkan pada prilaku baik. Sebaliknya, kalimat buruk akan menghasilkan keburukan bagi setiap orang. Mungkinkah dalam prilaku buruk tersirat tulisan kalimat baik sebagai dasarnya..?, pastinya kalimat buruk cukup dominan mendampingi perbuatan buruk itu. Sebaik-baiknya kalimat ucapkan manusia yaitu bisa mengingat akan kebesaran Allah. Ganjaran dari menerapkan kalimat baik akan diberikan oleh-Nya di akhirat kelak berupa surga sebagai pusatnya kenikmatan bagi orang-orang beriman.

Pintu surga pun akan dibukakan lebar-lebar. Namun sebelum masuk ke dalam pusatnya kenikmatan abadi ini, terdapat para malaikat penjaga surga berkenan menyambut kedatangan setiap manusia bertakwa, sebagai penghormatan dari apa yang telah dikerjakan semasa hidup di dunia. Ketika seseorang hendak menginjakkan kaki di depan pintu surga, mereka pun disambut dengan tulisan-tulisan kalimat terbuat dari emas, terpampang pada bagian kusen pintu surga. 

Berdasarkan penjelasan hadits diriwayatkan oleh Imam Rafi’I & Ibnu Najjar dalam Jami’ush-Shaghir, dari rawi keduanya sahabat Anas R. A, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

 “ Aku masuk ke dalam surga, aku melihat pada kedua kusen pintunya tercantum tiga baris tulisan dari emas.

Lantas, Apa tulisan kalimat di kusen pintu surga tersebut…?

1. Tulisan Baris Pertama : “ Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah ”
Tulisan pada kusen pintu surga baris pertama menunjukkan bahwa, Tidak ada tuhan selain Allah SWT, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Allah telah memerintahkan manusia supaya tidak berbuat syirik, apalagi menyamakan-Nya dengan dzat lainnya. Oleh karenanya Allah memerintahkan Rasulullah bertujuan membimbing umat manusia menuju ke jalan kebenaran. 

Rasulullah pun diutus ke bumi sebagai pembawa kebenaran, memberikan kabar gembira, serta mengajarkan umatnya dengan akhlak mulia. Kemuliaan akhlak Baginda Rasul kemudian menjadi suri tauladan bagi umat seluruh alam. Beliau diberikan kewenangan oleh Allah untuk memberikan syafaat bagi umatnya. Sampai-sampai bagi siapa saja jika diperkenankan masuk surga, mereka semua akan menemukan tulisan kalimat “ Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah ” tepat pada kedua kusen pintunya sebelum masuk menuju kebahagiaan akhirat. 

2. Tulisan Baris Kedua, artinya : “ Apa yang kami infaqkan akan kami dapatkan, Apa yang kami makan kami beruntung, dan Apa yang kami tinggalkan kami merugi  ”
   
a. Menginfaqkan Sebagian Harta Akan Dapat Ganjaran
Tatkala semua orang mau berlomba-lomba menyedekahkan sebagian harta, mereka kelak mendapat ganjaran berlipat ganda.  Gemar berinfaq menjadikan hati dan pikiran selalu mantap terhadap kehidupan setelah mati. Mengapa..?, karena percaya bahwa hidup di dunia  hanyalah sementara, namun keabadian akhirat menjadi urusan utama. Menabung tidak hanya di dunia, namun tabungan akhiratlah justru lebih bernilai.

b. Memakan Harta Halal akan Beruntung
Keberuntungan juga terletak dari keberkahan harta, terlebih makanan yang kita konsumsi setiap hari. Mencari harta “Halalan Thayyiban”  memang haruslah diterapkan. Karena ketika raga ini menikmati harta sesuai syariat Islam, maka tak hanya membawa keberkahan saja, namun juga memberikan keberuntungan dunia-akhirat. Tulisan kalimat di kusen pintu surga juga ditujukan bagi orang yang bisa menjaga diri dari perkara haram.

c. Meninggalkan Perintah Allah akan Merugi
Mentaati semua perintah Allah menjadi perkara wajib. Namun bagi siapa saja mencoba meninggalkannya, maka termasuk golongan orang merugi. Terdapat berjuta-juta kenikmatan setelah mati. Oleh karena itu, jangan sampai tertipu dengan kehidupan sementara. Terlepas dari memenuhi urusan duniawi, hendaknya semua orang harus gemar beribadah, mengerjakan amalan-amalan sunah, memenuhi hak & kewajiban sebagai hamba Allah guna mempermudah diri agar mampu menggapai ridha-Nya. 

3. Tulisan Baris Ketiga, artinya : “ Umat yang Berbuat Dosa dan Tuhan Maha Pengampun ”
Tulisan pada kusen pintu surga ini cukup mengingatkan kita, bahwa dalam diri manusia memang letaknya kesalahan. Namun Allah maha pengampun atas semua kesalahan-kesalahan itu, asalkan mau meminta pengampunan (bertaubat) kepada-Nya. Manusia diberikan akal untuk berpikir, hati untuk merasakan nikmat-Nya, maupun raga untuk melangkah beribadah dan memupuk kebaikan. Tidak cukupkah Allah telah memberikan semua itu..?, marilah mengingat kembali atas hal-hal tersebut.

Mungkin saja dalam menjalani hidup masih memiliki banyak kesalahan yang perlu diperbaiki. Berusaha memperbaiki diri merupakan perkara mulia (prioritas utama menuju keberkahan hidup). Karena Allah lebih menyukai jika orang mau belajar dari kesalahan, dari pada menggampangkan / meremehkan kesalahan itu. Penuhilah hidup dengan kebaikan, maka kebaikan akan menantimu di surga kelak. Begitu juga tulisan kalimat pada kusen pintu surga senantiasa mengingatkanmu tentang ‘’ Allah Sang Maha Pengampun ".
Artikel Terkait