Subhanallah, Inilah Lelaki yang Diakui Rasulullah Sebagai Ahli Surga

image: rawstory.com
Menjadi penghuni surga merupakan dambaan bagi semua orang. Surga sendiri memang sebuah kenikmatan yang disediakan oleh Allah bagi orang-orang Shaleh. Mereka pun tak mengetahui seberapa besar kenikmatan itu secara pasti, tidak pernah melihat dengan kasat mata, namun hanya didengar melalui telinga. Mereka semua berlomba-lomba mempertajam keimanan, mengingat tentang kekuasaan Tuhan, serta semangat beribadah dan beramal baik, guna mendekatkan diri kepada-Nya.

Rasulullah SAW pun pernah menunjukkan kepada sahabat beliau mengenai siapakah orang yang termasuk ahli surga itu. Telah dikisahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad ( dengan isnad hasan ) dan An Nasa’i, Menjelaskan bahwa terdapat seorang lelaki Anshar yang secara tiba-tiba oleh Baginda Rasul ditunjuk sebagi ahli surga. Sembari para sahabat pun penasaran tentang apa saja amalan yang diperbuat lelaki itu, sampai-sampai Rasulullah bersabda demikian.

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik R.A, Ia berkata : 

 “ Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW ”, Beliau bersabda : “ Akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki ahli Janah ”. 

Lalu muncullah  seorang laki-laki Anshar dengan kondisi janggutnya masih bertetasan sisa air wudhu sambil tangan kirinya memegang sandal / sepatu. Kejadian itu berulang tiga kali, hari pertama sampai hari ketiga Rasulullah juga bersabda seperti itu. 

Setelah Rasulullah berdiri, sahabat Abdullah bin Amr R.A berkeinginan mengikuti lelaki Anshar tersebut. Saking penasarannya, ia ingin mencoba mencari tahu mengenai apa saja amalan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.  Ia mengikuti lelaki itu sambil berujar :

 “ Kawan, aku sebenarnya sedang bertengkar dengan ayahku dan aku bersumpah tidak menemuinya selama tiga hari. Kalau boleh, izinkanlah aku bertempat tinggal di rumahmu sampai tiga malam, Sembari lelaki Anshar menjawab  “ Tentu ”.

Pernyataan itu sengaja dilontarkan oleh sahabat Abdullah hanya bertujuan agar laki-laki itu berkenan mengizinkannya bertempat tinggal di rumahnya.  Selama tiga malam Abdullah tinggal bersama laki-laki itu. ( Dari Anas bin Malik ), bahwasanya Abdullah bin Amr menceritakan : “ Selama aku tinggal tiga malam bersamanya, anehnya  tidak pernah aku menemukan ia mengerjakan shalat malam sama sekali. Namun ketika ia sedang berbaring dan terbangun dari tidurnya untuk shalat subuh, ia selalu  berdzikir kepada Allah SWT serta membaca takbir.  Aku hampir saja menganggap remeh mengenai amalan lelaki Anshar tersebut ”. 

Di hari terakhir Abdullah tinggal bermasa laki-laki itu, barulah ia mengatakan perihal sebenarnya tentang apa tujuannya. 

Ia berkata kepada lelaki itu :

 “ Wahai hamba Allah, sebenarnya aku tidak sedang bertengkar dengan ayahku, tapi aku telah mendengar sabda Rasulullah SAW mengenai dirimu sebanyak tiga kali, yaitu “ Akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki ahli Janah ”.  

Disaat Rasulullah bersabda demikian, engkau selalu muncul. Oleh karenanya aku ingin tahu mengenai amalan apa yang engkau kerjakan hingga sampai saya dapat mengikutinya. Tapi aku pun tidak pernah melihat engkau mengerjakan amalan yang banyak / istimewa.  Lantas, amalan apa yang membuat Rasulullah SAW sampai bersabda bahwa engkau merupakan ahli surga..?.”

Lelaki Anshar itu menjawab : 

“ Tidak ada amalan lain yang aku kerjakan kecuali seperti apa yang kamu lihat. Ketika sahabat Abdullah R.A berpaling, tiba –tiba lelaki itu memanggilnya dan berkata : “ Tidak ada amalan lain yang telah aku lakukan selain yang engkau lihat, hanya saja aku tidak ingin memiliki rasa menipu terhadap siapa pun kaum muslimin, dan aku tidak pernah menyimpan rasa iri dengki / hasad kepada seorang pun atas kebaikan yang diberikan Allah kepadanya.” 

Kemudian Abdullah berkata : “ Inilah amalan yang membuat Rasulullah SAW bersabda demikian terhadapmu.” Kemudian menurut riwayat Abu Ya’la & Al Bazar menamakan lelaki Anshar itu adalah Sa’ad. 

Intinya, kisah sahabat Abdullah bin Amr R.A & seorang lelaki yang diberikan kabar gembira itu, dapat memberikan motivasi bagi kita semua agar mampu menghindari diri dari sifat Berbohong ( Menipu ) dan Iri Dengki ( Hasad ). Ingatlah bahwa kedua sifat tercela itu mampu membawa seseorang kepada kadzaliman yang memicu rusaknya ketaqwaan. Semoga kisah hikmah di atas bisa mendorong kita untuk memupukkan keikhlasan dalam menjalankan semua perintah Allah SWT, serta menjauhi larangan-Nya.
Artikel Terkait