7 Peristiwa Menakjubkan Pada 10 Muharram

image: desicomments.com
Ada banyak kisah yang memang jauh telah berlalu, namun ceritanya melampaui zaman. Setiap yang mereka lakukan adalah rujukan kaum muslim saat ini. Kisah yang tak kan pernah habis untuk kita bicarakan, mempelajari setiap hikmah yang mereka telah contohkan. Mereka adalah Nabi-Nabi sekaligus tokoh-tokoh dunia yang mengajarkan kita tentang arti sebuah kehidupan hingga detik ini. 

Kisah mereka diriwayatkan di dalam Hadis Muhammad SAW, dan dikuatkan oleh Al-Qur’an agar perjalanannya dijadikan contoh, sebagai upaya untuk lepas dari kekalutan hidup dengan membuka dan mempelajari hikmah-hikmahnya. Ada sebuah momen yang terekam dalam memori, tentang asal muasal men-“spesial” kan hari-hari. Kita tentu tahu tidak ada hari yang tidak baik, tetapi ada juga hari yang lebih baik, yang di dalamnya kita disunnahkan/dianjurkan berpuasa, bersedekah, mengaji, atau dengan amalan-amalan kebaikan lainnya. 

Ada tujuh peristiwa dahsyat dan hikmah mengapa 10 Muharram menjadi momen yang begitu dinanti pada suatu kaum, untuk memperingati hari tersebut. Dan lagi, Allah yang Maha Kuasa lebih Tahu, oleh apapun yang telah dan akan terjadi di persada bumi ini. Tentunya ketakjuban dan segala puji bagi Allah yang telah menciptakan bermacam perbedaan, dan terhadap segala rahasia yang Ia miliki. Berikut hikmah-hikmah dan peristiwa menakjubkan yang bertepatan dengan 10 Muharram.

1. Seluruh Umat manusia berasal dari satu, Nabi Adam AS, yang diberkati dengan kehadiran Hawa sebagai pendamping hidupnya. Dari keduanya asal muasal manusia, Siti Hawa melahirkan anak-anak yang semuanya kembar, antara kembar yang satu dinikahkan dengan kembaran lainnya. Terbentuklah suatu kelompok atau kabilah secara terus menerus berkembang. Hingga sampai detik ini, munculah berbagai macam keturunan ras, dan juga suku. Jika menilik sejarah Adam dan Hawa yang sebelumnya berada di surga, diusir karena telah memakan buah terlarang. Hingga keduanya diusir, diturunkan ke bumi secara terpisah pada hari jumat. Mereka dipertemukan pula pada hari jumat bertepatan dengan 10 Muharram.

2. Nabi yang ke-tiga adalah Nabi Nuh AS, yang kisahnya juga diabadikan di dalam Al-Qur’an. Nabi Nuh diuji ketabahan hatinya dari umatnya yang enggan mengikuti jalan kebenaran, sehingga turunlah perintah untuk membuat kapal di atas gunung. Apa yang dilakukan dengan membuat kapal di atas gunung menjadi bahan fitnah dengan menganggap Nuh adalah ‘’orang gila’’. Sungguh menjadi seorang Nabi bukanlah hal yang remeh. 

Pada suatu ketika, Nabi Nuh memerintahkan kepada burung-burung yang berada di atas kapal untuk mencari daratan. Kabar telah ditemukannya daratan menjadi kabar yang sangat membahagiakan untuk seluruh penumpang kapal. Nabi Nuh setelah ratusan Tahun, menginjakkan kaki di daratan pada tanggal 10 Muharram. Sekaligus, kisah ini menjadi pelajaran jika seseorang lepas dari kesusahan akan merasakan kebahagiaan yang sangat luar  biasa. Sebagaimana kenikmatan terbesar yang dirasakan Nabi Nuh saat menyentuh daratan.


3. Kekuasaan sering kali menjadi alat legitimasi untuk berbuat semena-mena. Cerita klise yang masih sering kita dengar bahkan dialami sendiri, sebagaimana yang dilakukan Raja Namrud membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim AS. Dan atas kekuasaan Allah SWT, Nabi Ibrahim yang di Eropa bergelar sebagai (bapak teologi), ini selamat dari pembakaran Raja Namrud pada tanggal 10 Muharram.

4. Nabi Yunus AS, telah meninggalkan umatnya sehingga beliau mendapat peringatan masuk ke dalam perut ikan. Sementara itu, Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan pada tanggal 10 Muharram.

5. Nabi Isa AS. Dalam mengemban dakwah yang sangat berat, beberapa kali ia hampir terbunuh. Allah SWT atas segala kuasa-Nya Maha Perkasa dan Maha Berkehendak, tidak satu pun manusia yang mampu melampaui kehendak-Nya. Pada 10 Muharram, Nabi Isa AS dikejar-kejar oleh kaum Yahudi, Tetapi Allah menggantikan Isa yang serupa dengannya yaitu Yudas Iskariot, dan Allah mengangkatnya (Nabi Isa) ke langit.

6. Nabi Muhammad SAW, yang indah perangainya, santun tutur katanya, dipuja dan dipuji akhlaknya, Mensabdakan Hadis agar berpuasa pada 10 Muharram. Dalam kitab Nailul Authar Imam As-Syaukani menjelaskan: Pada saat itu Rasulullah SAW melihat seorang Yahudi yang berbuka puasa. Rasulullah bertanya, “kenapa engkau berbuka puasa?”, orang Yahudi tersebut menjawab “karena pada saat itu, yakni hari ini (10 Muharram), Nabi Musa selamat dari kejaran Fir’aun”. Rasulullah terhenyak, kamilah yang lebih seharusnya akan hal itu, dan Rasulullah bersabda “Tahun depan kita akan memulai untuk berpuasa pada 10 Muharram”.

7. Ialah Ahlul Bait, yang beberapa kali Rasulullah SAW mengungkapkan kecintaannya pada Husain. Cucu Rasulullah yang sangat ia cintai. Husain telah menorehkan sejarah, yang kisahnya diperingati kaum Syiah setiap 10 Muharram. Pembunuhan atas Husain adalah refleksi bersama agar kisahnya tidak terulang lagi. Sehingga umat Islam dapat bersatu dengan sikap saling menyayangi. Menjadi Rahmatan Lil Alamin, yang mana Al-Qur’an telah memberi kabar gembira dari Firman-Nya, Innamal muslimuna ihkwah: Sesungguhnya orang-orang muslim itu bersaudara. 

Dengan mengenali banyak peristiwa menakjubkan pada 10 Muharram, kiranya menguatkan rasa kecintaan kita terhadap sesama, kemudian lebih giat untuk membaca lembar sejarah ke Islaman. Semoga artikel ini  membawa faedah, dan 10 Muharram menjadi momen untuk berpuasa bersama, menyisipkan waktu berpuasa dari hiruk pikuk keseharian, menyediakan waktu untuk membaca dan membaca (ber-iqra).

Penulis : Acca / Arbamedia
Artikel Terkait