Inilah 4 Pesan Rasulullah Jika Anda Bermimpi Baik dan Buruk

Mimpi buruk kerap membawa hati gelisah, sedih, bahkan takut, sedangkan mimpi baik membuat hati terasa senang. Terkadang orang menganggap mimpi hanya sebatas buahnya tidur, namun tidak sedikit pula orang menanggapi mimpi sebagai perkara serius yang harus ditelusuri kebenarannya. Karena bisa jadi mimpi itu berpeluang membawa pertanda baik  bagi kehidupan mereka, sehingga mereka mencoba menceritakan mimpi baik kepada orang lain.

Lalu bagaimana tanggapan Rasulullah SAW mengenai mimpi baik dan buruk ini….?, Ternyata Baginda Rasul pun menjelaskan kepada seluruh umatnya tentang apa itu mimpi buruk, dan apa mimpi baik itu. Kemudian Rasulullah di dalam sabdanya menunjukkan bagi setiap umat untuk tetap memperhatikan cara menanggapi mimpi yang benar. Lantas bagaimana pesan Rasulullah sendiri mengenai kedua mimpi tersebut..?, Berikut ulasannya :

1. Jika Bermimpi Buruk, Hendaknya Meludah Ke Sebelah Kiri Sebanyak Tiga Kali
Mimpi buruk bukan sekedar membuat hati tambah gelisah, namun mimpi buruk sesuai sabda baginda Rasul, yaitu merupakan mimpi yang datang dari setan. Setan selalu saja membuat hati manusia ragu, sedih, & gelisah. Melalui mimpi pun setan mampu menancapkan pikiran-pikiran buruk terhadap seseorang. 

Oleh karenanya mimpi buruk dari setan ini dapat ditangkal dengan cara meludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali. Hal itu memang sebagai simbol perlawanan terhadap mimpi buruk tersebut, sebagaimana kita menjadikan setan itu musuh yang nyata. Demikian itulah anjuran Nabi kepada umatnya. 

2. Bila Mengalami Mimpi Buruk, Berlindunglah (Memanjatkan Do’a)
Sebaik-baiknya tempat berlindung hanya kepada Allah semata. Karena Allah Sang Maha Kuasa selalu mengayomi bagi siapa pun makhluk yang mengharap perlindungan dari Nya. Mimpi buruk terkadang membuat diri menjadi takut. Takut dihantui oleh kejadian mimpi itu hingga menyebabkan penafsiran yang tidak terarah. Maka dari itu mintalah perlindungan Allah / berdo’a agar mimpi buruk tak sampai menimbulkan ketakutan di hati & pikiran. Berikut do’a ketika mimpi buruk :

أَعُوْذُ بِاللهِ َمِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

Lalu membaca Do'a :

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّــئَاتِ الْأَحْلَامِ

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari segala perbuatan setan dan dari keburukan mimpi ini
 

3. Jika Bermimpi Baik, Jangan Diceritakan Kecuali Pada Orang Tertentu
Mimpi baik boleh diceritakan namun hanya pada orang-orang tertentu. Siapa sajakah itu…?. Ada beberapa kriteria orang yang boleh anda ceritakan terhadap mimpi baik sesuai hadits berikut :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A, bahwa Baginda Rasul bersabda “ Jangan menceritakan sebuah mimpi, kecuali kepada seorang alim atau seorang yang memberi nasihat,” ( H.R. At-Tirmidzi no. 2280 / Shahih).

Berdasarkan riwayat lain, beliau bersabda, “ Jangan Ia ceritakan kecuali kepada seorang bijak atau kepada orang yang mencintai,” (H.R. Abu Dawud dan at-Tirmidzi  / Hasan Lighairihi).

Demikian itu bertujuan agar mimpi baik tidak sampai menimbulkan takwil mimpi yang tidak dibenarkan. Oleh sebab itulah, ‘’ Mimpi Baik ’’ Sebaiknya tidak diceritakan apabila bisa menimbulkan persepsi bermacam-macam, hingga membingungkan, terlebih sampai mengurangi ketakwaan. Ingatlah sebenarnya mimpi baik itu sejatinya berasal dari Allah SWT.

4. Jangan Menceritakan Mimpi Buruk Terhadap Siapa Pun
Mimpi buruk tidak boleh diceritakan terhadap siapa pun. Karena sejatinya mimpi buruk datang dari setan terlaknat. Dimana setan telah membuat permainan nyata pada mimpi buruk itu. Setan mencoba menggoyahkan hati manusia agar mereka ragu atas kebesaran Allah SWT. Oleh karena itu, Rasulullah melarang untuk menceritakan mimpi buruk ketika dialami oleh umatnya. 

Beberapa pesan Rasulullah di atas memang sesuai dengan hadits berikut ini :

Diriwayatkan dari Abu Qatadah, Ia berkata, aku pernah bermimpi menyakitkanku hingga aku mendengar Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: " Mimpi baik datang dari Allah, Barang siapa yang bermimpi baik maka janganlah menceritakannya kecuali kepada orang yang dia cintai. Dan jika dia bermimpi buruk maka hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali, kemudian meminta perlindungan Allah dari kejahatan setan dan godaannya. Dan janganlah dia menceritakannya (mimpi buruk) kepada siapa pun, niscaya mimpi itu tidak akan membahayakannya."( H.R. Imam Muslim  no. 4198 )

Hadits dari sahabat Jabir R.A juga menceritakan, bahwasanya Nabi. SAW bersabda: " Barang siapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihatku, Karena setan tidak dapat merubah bentuk seperti bentukku." Beliau juga bersabda: “ Apabila seseorang dari kalian bermimpi buruk, maka janganlah ia menceritakan permainan setan dengannya ketika tidur itu kepada siapa pun.” (H.R. Imam Muslim no. 4209)

Mimpi baik merupakan tanda kebesaran Allah yang diberikan kepada setiap makhluknya. Sedangkan kedatangan mimpi buruk merupakan sebuah kabar buruk yang kerap dijadikan setan sebagai alat permainan mengelabui manusia agar mereka gelisah, sehingga membuat hati menjadi takut akan mimpi yang dialaminya.

Dua Orang Ini Membuat Allah SWT Tertawa Melihatnya

image from: twcenter.net
Allah SWT selalu memberi peluang bagi setiap makhluk-Nya, peluang berbuat kebajikan dan memperbaiki diri.  Sedangkan keadaan manusia ketika hidup di dunia pun juga bermacam-macam.  Berdasarkan tingkat keimanan mereka masing-masing, seseorang tentu ada yang ingkar, beriman, tidak taat kemudian bertaubat sampai akhirnya menemukan kebenaran hakiki, bahkan orang taat kemudian terpengaruh hawa nafsu akhirnya membelot. 

Dilihat dari faktor kehidupan,  Manusia bisa saja merasa sedih, gelisah, gembira, tertawa, dan sebagainya. Itulah keragaman sifat manusia sehingga mampu menciptakan ekosistem kehidupan penuh warna. Semua itu Allah yang menghendakinya bukan…?, Oleh karenanya Sang Maha Pencipta pun turut tertawa ketika melihat dua orang lelaki mengaplikasikan prilaku mengagumkan, sampai keduanya masuk surga.

Kisah tertawanya Allah SWT ini memang sudah ditetapkan karena terdapatnya hadits nabi menjelaskan demikian.  Ketetapan sifat “ Tertawa ” Allah juga diutarakan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah, bahwa para ulama salaf bersepakat menetapkan terdapatnya (sifat) “Tertawa” pada  Allah SWT. Namun perlu diingat, bahwa seorang muslim harus tetap berpegang teguh pada Kitabullah dalam Q.S. Asy-Syura ayat 11, artinya “ Tiada sesuatu pun serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ” 

Tertawanya Allah tidak sebagaimana sifat makhluk-Nya. Oleh sebab itulah kita wajib menerima tanpa menyelewengkan makna, menolak, maupun mengumpamakan sifat-sifat Allah SWT dengan dzat lainnya. 

Diriwayatkan  dari Abu Hurairah R.A dari rawi keduanya, Imam Bukhari & Muslim ( Shahih Muslim No. 3505) bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : " Allah Tertawa terhadap dua orang yang saling membunuh, Tapi keduanya masuk surga. " 

Para sahabat bertanya.. : " Bagaimana demikian itu bisa terjadi Ya Rasulullah? ",  Beliau (Rasul) menjawab : 

1. " Seseorang Terbunuh Kemudian Dia Masuk Surga ”
Allah memasukkan  surga kepada siapa pun sesuai kehendak-Nya. Termasuk orang terbunuh karena alasan tertentu ketika terjadi perselisihan di antara keduanya. Bagi pembunuh mendapat balasan setimpal atas perbuatannya. Barang siapa membunuh manusia bukan karena orang itu menimbulkan kerusakan atau bukan karena orang itu membunuh orang lain,  maka celakalah mereka.

Perbuatan pembunuhan itu seolah-olah dosanya sama seperti membunuh seluruh manusia di bumi.  Allah SWT tidak segan-segan memberi balasan setimpal kepada orang berbuat dzalim. Si pembunuh juga bakal merasakan panasnya api neraka, dimana siksa akhirat tentu menjadi penyiksaan paling kejam bagi setiap orang yang membangkang perintah syariat islam, terlebih sampai membunuh orang lain. 

2. “ Kemudian Allah menerima taubatnya seorang Pembunuh tersebut, dan menunjukinya untuk masuk Islam, setelah itu dia berjihad di jalan Allah dan akhirnya mati syahid."
 
Ternyata Allah SWT berkehendak lain, Bukannya pembunuh itu disiksa ke dalam ganasnya api neraka. Namun ia telah dimasukkan surga seperti orang yang ia bunuh sebelumnya. Lantas mengapa demikian….?, Allah telah menerima taubatnya si pembunuh, karena ia mau bertaubat kemudian masuk Islam.

Ia juga mau berjihad dijalan Allah, sebuah perkara mulia yang perlu diterapkan bagi setiap orang muslim. Ini berarti Dia telah berusaha memperbaiki kualitas diri agar menjadi seorang yang benar-benar bertaubat, mengharap segala dosa-dosanya diampuni dengan  menegakkan agama Allah. Sesampai waktu ajalnya menjemput, Dia tergolong sebagai orang mati syahid. Kemudian Allah SWT memasukkannya ke dalam surga, sehingga mendapatkan kenikmatan abadi di dalamnya.

Kisah tertawanya Allah atas kejadian tersebut dapat dipetik kesimpulan, Bahwa Allah Sang Maha Agung tidaklah sulit bagi-Nya untuk membuat manusia berakhlak buruk menjadi mulia. Dialah dzat yang Maha Membolak-balikkan hati setiap makhluk, berkuasa atas segalanya, mengampuni dosa-dosa, serta memberikan pertolongan kepada hamba yang berkenan meminta pertolongan dari-Nya. Ingatlah kembali, bahwa sifat  tertawanya Allah  tidaklah seperti sifat makhluk-Nya. Jadi  kalimat “Allah Tertawa” hanya cukup diyakini sebagai landasan keimanan kita kepada-Nya.

Hindari Perkara ''Sepele'' Ini Jika Tak Ingin Ditertawakan Setan

image: combiboilersleeds.com
Setan menjadi musuh nyata bagi manusia beriman. Mereka tak berhenti menggoda manusia sampai mau diajak ke jalan sesat. Setan marah apabila ada hamba Allah SWT menjaga ketaatannya. Sebaliknya, setan bergembira apabila orang itu berbuat ingkar, berbuat kedzaliman, serta enggan beribadah. Bahkan setan bisa jadi tertawa ketika ada hal sepele diperbuat manusia, hingga mereka tak menghiraukan ajaran yang seharusnya diterapkan.

Diriwayatkan dari abu Hurairah R. A, bahwasanya suatu ketika Rasulullah SAW menjelaskan mengenai perilaku yang dibenci oleh Allah, karena dirasa etika itu tidak baik untuk dibiasakan, sebab telah menjadi pertanda bahwa setan sedang tertawa di rongga tubuh manusia. Sehingga Allah SWT menyukai suatu perilaku lain yang lebih baik dari itu.

Orang yang ditertawakan setan ternyata bukan hanya ketika seorang itu gampang menyelewengkan perintah-perintah syariat Islam. Namun setan juga menempel di rongga tubuh seseorang sambil tertawa atas perilaku yang dianggap remeh tapi perlu diperhatikan. 

Lantas, Apa perkara yang ditertawakan oleh setan itu…?

Baginda Rasul SAW bersabda : " Bersin itu dari Allah, sedangkan menguap berasal dari setan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, Hendaknya meletakkan tangannya di mulut. Dan bila sampai mengucapkan (kalimat) ; haaah.., aah, Sesungguhnya setan tertawa dalam rongganya. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila seseorang mengucapkan: Haaah.. aah saat menguap, Sesungguhnya setan tertawa di dalamnya." (Hr. Imam Tirmidzi ), Menurut Abu Isa hadits ini Hasan Shahih.

Pada umumnya saat seseorang menguap, demikian merupakan pertanda alami tubuh mengantuk atau kurang tidur bukan….?. Namun di dalam Islam telah diajarkan bagaimana tindakan tepat untuk menghadapi persoalan ini. Hendaknya perhatikanlah etika menguap yang dibenarkan.

Maksud menguap yang dibenci Allah sesuai penjelasan hadits di atas, yakni etika seorang menguap tanpa mengikuti ajaran syariat Islam. Kemudian maksud “Setan Tertawa” bisa melambangkan rasa kegembiraan setan terhadap orang  menguap tanpa menutup mulut dengan tangannya. Menguap semacam itu dapat membuat mulut mereka mengeluarkan bunyi “Haaah” lalu membuat setan tertawa. Sehingga Allah pun lebih menyukai orang yang bersin ketimbang orang menguap.

Mengapa…?, Karena ketika seseorang bersin, mereka dianjurkan mengucapkan “Alhamdulillah” kemudian bagi orang yang mendengarkannya diharuskan menjawab “Yarhamukallah”. Hal demikian memang berdasarkan hadits diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A sebagai berikut :

Rasulullah SAW bersabda " Sesungguhnya Allah SWT menyukai bersin dan membenci menguap, jika salah seorang dari kalian bersin lalu mengucapkan; "ALHAMDULILLAAH", wajib bagi yang mendengarnya mengucapkan; "YARHAMUKALLAH". Sedangkan mengenai ‘’Uapan’’, jika seorang dari kalian menguap, hendaknya menangkal sebisanya dan jangan sampai mengucapkan; "aah, aah, " Karena demikian itu dari setan, ia akan menertawakannya." ( H.R. Imam Tirmidzi ) hadits Hasan Shahih menurut Abu Isa, (lebih kuat dari hadits Ibnu Ajlan). 

Intinya, Menguap boleh-boleh saja asalkan kondisi mulut ditutup, serta jangan sampai mengeluarkan bunyi dari mulut. Apalagi menguap juga diklaim membuat orang lain tertular. Jadi, penuhilah etika yang benar saat Anda menguap jika tak ingin menjadi golongan orang yang ditertawakan setan. Sehingga perilaku tersebut juga tidak sampai menjadi kebiasaan buruk, baik dalam segi syariat maupun hubungan etika bersosial.

Inilah 3 Kalimat yang Tertulis Pada Kusen Pintu Surga

image from: hiveminer.com
Kalimat baik tentunya mencerminkan pada prilaku baik. Sebaliknya, kalimat buruk akan menghasilkan keburukan bagi setiap orang. Mungkinkah dalam prilaku buruk tersirat tulisan kalimat baik sebagai dasarnya..?, pastinya kalimat buruk cukup dominan mendampingi perbuatan buruk itu. Sebaik-baiknya kalimat ucapkan manusia yaitu bisa mengingat akan kebesaran Allah. Ganjaran dari menerapkan kalimat baik akan diberikan oleh-Nya di akhirat kelak berupa surga sebagai pusatnya kenikmatan bagi orang-orang beriman.

Pintu surga pun akan dibukakan lebar-lebar. Namun sebelum masuk ke dalam pusatnya kenikmatan abadi ini, terdapat para malaikat penjaga surga berkenan menyambut kedatangan setiap manusia bertakwa, sebagai penghormatan dari apa yang telah dikerjakan semasa hidup di dunia. Ketika seseorang hendak menginjakkan kaki di depan pintu surga, mereka pun disambut dengan tulisan-tulisan kalimat terbuat dari emas, terpampang pada bagian kusen pintu surga. 

Berdasarkan penjelasan hadits diriwayatkan oleh Imam Rafi’I & Ibnu Najjar dalam Jami’ush-Shaghir, dari rawi keduanya sahabat Anas R. A, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

 “ Aku masuk ke dalam surga, aku melihat pada kedua kusen pintunya tercantum tiga baris tulisan dari emas.

Lantas, Apa tulisan kalimat di kusen pintu surga tersebut…?

1. Tulisan Baris Pertama : “ Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah ”
Tulisan pada kusen pintu surga baris pertama menunjukkan bahwa, Tidak ada tuhan selain Allah SWT, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Allah telah memerintahkan manusia supaya tidak berbuat syirik, apalagi menyamakan-Nya dengan dzat lainnya. Oleh karenanya Allah memerintahkan Rasulullah bertujuan membimbing umat manusia menuju ke jalan kebenaran. 

Rasulullah pun diutus ke bumi sebagai pembawa kebenaran, memberikan kabar gembira, serta mengajarkan umatnya dengan akhlak mulia. Kemuliaan akhlak Baginda Rasul kemudian menjadi suri tauladan bagi umat seluruh alam. Beliau diberikan kewenangan oleh Allah untuk memberikan syafaat bagi umatnya. Sampai-sampai bagi siapa saja jika diperkenankan masuk surga, mereka semua akan menemukan tulisan kalimat “ Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah ” tepat pada kedua kusen pintunya sebelum masuk menuju kebahagiaan akhirat. 

2. Tulisan Baris Kedua, artinya : “ Apa yang kami infaqkan akan kami dapatkan, Apa yang kami makan kami beruntung, dan Apa yang kami tinggalkan kami merugi  ”
   
a. Menginfaqkan Sebagian Harta Akan Dapat Ganjaran
Tatkala semua orang mau berlomba-lomba menyedekahkan sebagian harta, mereka kelak mendapat ganjaran berlipat ganda.  Gemar berinfaq menjadikan hati dan pikiran selalu mantap terhadap kehidupan setelah mati. Mengapa..?, karena percaya bahwa hidup di dunia  hanyalah sementara, namun keabadian akhirat menjadi urusan utama. Menabung tidak hanya di dunia, namun tabungan akhiratlah justru lebih bernilai.

b. Memakan Harta Halal akan Beruntung
Keberuntungan juga terletak dari keberkahan harta, terlebih makanan yang kita konsumsi setiap hari. Mencari harta “Halalan Thayyiban”  memang haruslah diterapkan. Karena ketika raga ini menikmati harta sesuai syariat Islam, maka tak hanya membawa keberkahan saja, namun juga memberikan keberuntungan dunia-akhirat. Tulisan kalimat di kusen pintu surga juga ditujukan bagi orang yang bisa menjaga diri dari perkara haram.

c. Meninggalkan Perintah Allah akan Merugi
Mentaati semua perintah Allah menjadi perkara wajib. Namun bagi siapa saja mencoba meninggalkannya, maka termasuk golongan orang merugi. Terdapat berjuta-juta kenikmatan setelah mati. Oleh karena itu, jangan sampai tertipu dengan kehidupan sementara. Terlepas dari memenuhi urusan duniawi, hendaknya semua orang harus gemar beribadah, mengerjakan amalan-amalan sunah, memenuhi hak & kewajiban sebagai hamba Allah guna mempermudah diri agar mampu menggapai ridha-Nya. 

3. Tulisan Baris Ketiga, artinya : “ Umat yang Berbuat Dosa dan Tuhan Maha Pengampun ”
Tulisan pada kusen pintu surga ini cukup mengingatkan kita, bahwa dalam diri manusia memang letaknya kesalahan. Namun Allah maha pengampun atas semua kesalahan-kesalahan itu, asalkan mau meminta pengampunan (bertaubat) kepada-Nya. Manusia diberikan akal untuk berpikir, hati untuk merasakan nikmat-Nya, maupun raga untuk melangkah beribadah dan memupuk kebaikan. Tidak cukupkah Allah telah memberikan semua itu..?, marilah mengingat kembali atas hal-hal tersebut.

Mungkin saja dalam menjalani hidup masih memiliki banyak kesalahan yang perlu diperbaiki. Berusaha memperbaiki diri merupakan perkara mulia (prioritas utama menuju keberkahan hidup). Karena Allah lebih menyukai jika orang mau belajar dari kesalahan, dari pada menggampangkan / meremehkan kesalahan itu. Penuhilah hidup dengan kebaikan, maka kebaikan akan menantimu di surga kelak. Begitu juga tulisan kalimat pada kusen pintu surga senantiasa mengingatkanmu tentang ‘’ Allah Sang Maha Pengampun ".

Subhanallah, Inilah Lelaki yang Diakui Rasulullah Sebagai Ahli Surga

image: rawstory.com
Menjadi penghuni surga merupakan dambaan bagi semua orang. Surga sendiri memang sebuah kenikmatan yang disediakan oleh Allah bagi orang-orang Shaleh. Mereka pun tak mengetahui seberapa besar kenikmatan itu secara pasti, tidak pernah melihat dengan kasat mata, namun hanya didengar melalui telinga. Mereka semua berlomba-lomba mempertajam keimanan, mengingat tentang kekuasaan Tuhan, serta semangat beribadah dan beramal baik, guna mendekatkan diri kepada-Nya.

Rasulullah SAW pun pernah menunjukkan kepada sahabat beliau mengenai siapakah orang yang termasuk ahli surga itu. Telah dikisahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad ( dengan isnad hasan ) dan An Nasa’i, Menjelaskan bahwa terdapat seorang lelaki Anshar yang secara tiba-tiba oleh Baginda Rasul ditunjuk sebagi ahli surga. Sembari para sahabat pun penasaran tentang apa saja amalan yang diperbuat lelaki itu, sampai-sampai Rasulullah bersabda demikian.

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik R.A, Ia berkata : 

 “ Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW ”, Beliau bersabda : “ Akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki ahli Janah ”. 

Lalu muncullah  seorang laki-laki Anshar dengan kondisi janggutnya masih bertetasan sisa air wudhu sambil tangan kirinya memegang sandal / sepatu. Kejadian itu berulang tiga kali, hari pertama sampai hari ketiga Rasulullah juga bersabda seperti itu. 

Setelah Rasulullah berdiri, sahabat Abdullah bin Amr R.A berkeinginan mengikuti lelaki Anshar tersebut. Saking penasarannya, ia ingin mencoba mencari tahu mengenai apa saja amalan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.  Ia mengikuti lelaki itu sambil berujar :

 “ Kawan, aku sebenarnya sedang bertengkar dengan ayahku dan aku bersumpah tidak menemuinya selama tiga hari. Kalau boleh, izinkanlah aku bertempat tinggal di rumahmu sampai tiga malam, Sembari lelaki Anshar menjawab  “ Tentu ”.

Pernyataan itu sengaja dilontarkan oleh sahabat Abdullah hanya bertujuan agar laki-laki itu berkenan mengizinkannya bertempat tinggal di rumahnya.  Selama tiga malam Abdullah tinggal bersama laki-laki itu. ( Dari Anas bin Malik ), bahwasanya Abdullah bin Amr menceritakan : “ Selama aku tinggal tiga malam bersamanya, anehnya  tidak pernah aku menemukan ia mengerjakan shalat malam sama sekali. Namun ketika ia sedang berbaring dan terbangun dari tidurnya untuk shalat subuh, ia selalu  berdzikir kepada Allah SWT serta membaca takbir.  Aku hampir saja menganggap remeh mengenai amalan lelaki Anshar tersebut ”. 

Di hari terakhir Abdullah tinggal bermasa laki-laki itu, barulah ia mengatakan perihal sebenarnya tentang apa tujuannya. 

Ia berkata kepada lelaki itu :

 “ Wahai hamba Allah, sebenarnya aku tidak sedang bertengkar dengan ayahku, tapi aku telah mendengar sabda Rasulullah SAW mengenai dirimu sebanyak tiga kali, yaitu “ Akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki ahli Janah ”.  

Disaat Rasulullah bersabda demikian, engkau selalu muncul. Oleh karenanya aku ingin tahu mengenai amalan apa yang engkau kerjakan hingga sampai saya dapat mengikutinya. Tapi aku pun tidak pernah melihat engkau mengerjakan amalan yang banyak / istimewa.  Lantas, amalan apa yang membuat Rasulullah SAW sampai bersabda bahwa engkau merupakan ahli surga..?.”

Lelaki Anshar itu menjawab : 

“ Tidak ada amalan lain yang aku kerjakan kecuali seperti apa yang kamu lihat. Ketika sahabat Abdullah R.A berpaling, tiba –tiba lelaki itu memanggilnya dan berkata : “ Tidak ada amalan lain yang telah aku lakukan selain yang engkau lihat, hanya saja aku tidak ingin memiliki rasa menipu terhadap siapa pun kaum muslimin, dan aku tidak pernah menyimpan rasa iri dengki / hasad kepada seorang pun atas kebaikan yang diberikan Allah kepadanya.” 

Kemudian Abdullah berkata : “ Inilah amalan yang membuat Rasulullah SAW bersabda demikian terhadapmu.” Kemudian menurut riwayat Abu Ya’la & Al Bazar menamakan lelaki Anshar itu adalah Sa’ad. 

Intinya, kisah sahabat Abdullah bin Amr R.A & seorang lelaki yang diberikan kabar gembira itu, dapat memberikan motivasi bagi kita semua agar mampu menghindari diri dari sifat Berbohong ( Menipu ) dan Iri Dengki ( Hasad ). Ingatlah bahwa kedua sifat tercela itu mampu membawa seseorang kepada kadzaliman yang memicu rusaknya ketaqwaan. Semoga kisah hikmah di atas bisa mendorong kita untuk memupukkan keikhlasan dalam menjalankan semua perintah Allah SWT, serta menjauhi larangan-Nya.